Selasa, 11 Desember 2012

MILKUAT : Menuju Indonesia Lebih Kuat

Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh komponen generasi penerusnya. Jika anak bangsa memiliki jiwa yang kuat maka sudah bisa dipastikan masa depan bangsa ini akan lebih kuat dalam melawan arus globalisasi.

Sebagai salah satu tanggung jawab kami dalam mempersiapkan generasi penerus yang kuat adalah dengan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak kami. Membiasakan minum susu yang teratur adalah cara termudah bagi kami dalam pemberian gizi yang baik terhadap anak-anak kami. Saya sendiri salut terhadap salah satu tokoh politik terkenal telah meluncurkan program gerakan minum susu karena memang susu adalah sumber gizi yang baik bagi generasi penerus bangsa. Tidak hanya untuk pemenuhan gizi yang baik, susu juga dapat menjaga kesehatan anak hingga dewasa.

Minum susu secara teratur akan memberikan nutrisi kalsium, fosfor, protein dan magnesium yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Selain itu, minum susu juga dapat mengurangi bahaya dehedrasi bagi anak kita yang di masa pertumbuhannya banyak melakukan aktifitas. Di masa pertumbuhannya, anak-anak sangat mudah terserang rasa lapar, terutama jika mereka termasuk yang gemar berolahraga, termasuk anak-anak kami. Yang besar punya hobi berenang sedangkan yang kecil punya hobi taekwondo.

Untuk menggantikan energi yang hilang, salah satu caranya adalah dengan meminum susu karena susu memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang tinggi protein dan lemak yang bisa menahan lapar cukup lama sekaligus mengubah lemak menjadi energi.

Dalam hal susu, saya lebih memilih Milkuat Botol Tiger. Kenapa ? Karena Milkuat Botol Tiger diperkaya dengan zat besi dan zinc.

Ada apa dengan zat besi dan zinc ? Berikut sedikit informasi tentang pentingnya zat besi dan zinc bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Zat Besi
Besi (Fe) merupakan mikronutrien yang penting dalam memproduksi hemoglobin yang berfungsi dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, mengangkut elektron dalam sel. Keseimbangan besi ditentukan oleh simpanan besi di dalam tubuh, absorpsi besi, dan besi yang hilang. Anak-anak mempunyai simpanan besi yang rendah yang disebabkan karena besi digunakan untuk pertumbuhan dan pertambahan volume darah.

Kekurangan zat besi atau disebut juga anemia adalah keadaan penurunan konsentrasi hemoglobin dalam darah sampai kadar di bawah standard yang dibutuhkan. Konsekuensi anemia memberi pengaruh terhadap metabolisme energi dan fungsi kekebalan yang akan berpengaruh pada fungsi kognitif dan perkembangan motorik. Penderita anemia akan mengalami penurunan fungsi kekebalan. Konsekuensi dari perubahan fungsi kekebalan adalah resistensi terhadap penyakit infeksi. Pada anak-anak defisiensi besi berhubungan dengan kelesuan, daya tangkap rendah, lekas marah dan menurunnya kemampuan belajar.

Zinc
Zinc (Zn) biasa disebut juga dengan Seng merupakan zat gizi yang penting dan berperan di dalam sintesa Dinukleosida Adenosin (DNA) dan Ribonukleosida Adenosin (RNA), dan protein. Maka bila terjadi kekurangan zinc dapat menghambat pembelahan sel, pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

Zinc umumnya ada di dalam otak, dimana zinc mengikat protein. Kekurangan zinc akan berakibat fatal terutama pada pembentukan struktur otak, fungsi otak dan mengganggu respon tingkah laku dan emosi.

Suatu meta analisis dari 25 penelitian tentang pengaruh suplementasi zinc pada pertumbuhan anak yang dilakukan oleh Brown (1998), menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zinc secara statistik bermakna memberikan efek yang lebih baik terhadap pertumbuhan secara linier dan pertambahan berat badan anak.

Dari informasi diatas, dapat kita fahami bahwa sangat penting bagi kita untuk memberikan asupan zat besi dan zinc bagi pertumbuhan serta kecerdasan sang buah hati sebagai generasi penerus bangsa ini. Apa yang telah dilakukan Danone melalui Milkuat Botol Tiger-nya adalah hal yang patut kita sambut baik. Milkuat Botol Tiger membantu usaha mengatasi kekurangan zat besi dan zinc tersebut pada anak-anak Indonesia.

Milkuat Botol Tiger diperkaya zat besi dan zink yang jumlahnya sesuai degan rekomendasi per harinya yaitu 15%. Ditambah dengan vitamin, mineral dan zat gizi susu lainnya yang sangat dianjurkan bagi gizi anak sehari-hari.

Untuk menarik minat anak dalam minum susu, Milkuat Botol Tiger menyediakan rasa yang sangat digemari oleh anak-anak yaitu rasa cokelat dan stroberi. Selain itu, kemasan botolnya yang berbentuk macan bisa kita modifikasi menjadi seorang tokoh yang sangat diidolakan sang buah hati.

Rasanya pantas jika MILKUAT kita sinonimkan dengan Menuju Indonesia Lebih Kuat.
Terima kasih Danone.

DAFTAR PUSTAKA
Allen, L.H. 1998. Zinc and Micronutrient Supplements for Children. Am J Clin Nutr. ; 68 (Suppl) : 495S-8S.
Black, M.M. 1998. Zinc Deficiency and Child Development. Am J Clin Nutr. ; 68 (Suppl) : 464S -9S.
Brown, K.H. 1998. Effect of Infection on Plasma Zinc Concentration and Implications for Zinc Status Assesment in Low Income countries. Am J Clin Nutr. ; 68 (Suppl) : 425S -9S.
Eschelemen, M.M. 1996. Introductory Nutrition and Nutrition Therapy. Third edition. Lippincott. Raven Publisher. ;Part Two: 212 -13.
Gillespie, S.R. 1998. Major Issues in The Control of Iron Deficiency. The Micronutrient Inititative. Unicef. Canada.
Hadisaputro, S., Pasiyan. R., Sunarto. 1977. Prevalensi Anemi Gizi. Simposium Anemia Gizi Semarang. Hal. 9 -18.
Kodyat, B.A., Thaha A.R., dan Minarto. 1998. Penuntasan Masalah Gizi Kurang. Widya Karya pangan Dan Gizi VI. LIPI.
Lira, PIC., Ashworth A., and Morris S.S. 1998. Effect of Zinc Supplementation on The Morbidity, Immune Function, and Growth of Low-Birth-Weight, Full-Term Infants East Brazil. Am J Clin Nutr. ;68 (Suppl) : 470S -9S.
Lonnerdal, B. 1998. Iron-Zinc-Copper Interactions, dalam Micronutrient Interactions: Impact on Child Health and Nutrition, washington, D.C, July 29-30. 1996. ILSI Press.
Muhilal, Fasli, J., and Hardinsyah. 1998. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Widya Karya pangan Dan Gizi VI. LIPI. Jakarta.
Nasution, E., 2000. Efek Suplementasi Zn dan Fe pada Status Gizi Anak Usia -24 Bulan Di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah (Thesis).
Ninh, N.X., Thissen J.P., Collen L. 1996. Zinc Supplementation Increases Growth and Circulating Insulin-Like Growth Factor I (LGF-I) in Growth Retarded Vietnamese Children. Am J Clin Nutr. ;63 : 514 -9.
Recommeded Dietary Allowences. 1989. Sub Committee on The Tenth Edition of RDAs Food and Nutrition Board Commission on Life Sciences National Academy Press. Washington, D.C.
Shanker, A.H. and Prasad, A.s. 1998. Zinc And Immune Function; The Biological of Altered Resistence to Infection. Am J Clin Nutr. ;68 (Suppl) : 447S -63S.
Salomon, N.M., Jacob, R.A. 1981. Studies on The Bioavailibility of Inc in Humans. Effect of Heme and Non Heme Iron on The Absorbtion of Zinc. Am J Clin Nutr. ; 68 (Suppl) : 495S -as.
Zinc for Child Health. 1996. Report of A Meeting Baltimore. Maryland. November 11-19, June 1996. Vol 1 (1).
Nasution, Ernawati, SKM, M.KES ,2004, Efek Suplementasi Zinc dan Besi Pada Pertumbuhan Anak, USU digital Library

Senin, 15 Agustus 2011

Ngga Ada Jam Buka Puasa di Jadwal Imsakiyah

Alhamdulillah, bulan Ramadhan kembali tiba. Bulan dimana kita diberi limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT sehingga diharapkan kita termasuk kedalam orang-orang yang bertaqwa.
Berat memang bagi yang tidak biasa puasa.
Untuk itu perlu pembiasaan sejak anak-anak. Demikian juga kami, kami sudah mulai membiasakan anak-anak kami berpuasa.
Ramadhan kali ini Shofi, putri kami yang berumur 7 tahun, berniat untuk berpuasa sehari penuh. Ramadhan tahun lalu dia berpuasa setengah hari.
Hari pertama puasa merupakan hari yang terlelah baginya. Apalagi lingkungan kami mayoritas non muslim. Kami tinggal di kota Denpasar, Bali, dimana mayoritas penduduknya beragama Hindu.
Jam 6 WITA, kami sekeluarga sudah siap didepan televisi menonton acara ceramah Ramadhan. Sedang asiknya menonton, tiba-tiba Shofi bertanya : "Ayah, buka puasanya jam berapa ?" tanyanya dengan muka memelas.
"Itu lihat di jadwalnya...ditempel di kaca", jawabku seraya menunujuk jadwal imsakiyah yang ditempel di kaca. Shofi pun melangkah menuju kaca. Dengan seksama dia perhatikan jadwalnya.
Hampir 5 menit dia masih di depan jadwal. Kemudian berbalik ke arahku dan berkata perlahan :
"Ayah, kok ngga ada tulisan bukanya ?"
"Cari Maghrib !!!" sepontan kami berteriak seraya tertawa terbahak. Shofi pun tersipu malu dan kembali ke arah kaca.
Ada-ada aja.